The Profile

Reza Aswin – The FUNDAMENTAL ANALYST

Majalah inforexnews edisi ke 17 hadir kembali dengan sosok bapak Reza Aswin yang lebih dominan menggunakan analisa fundamental dalam menentukan arah pergerakan market. Didalam wawancara dari inforexnews bersama dengan bapak Reza Aswin anda akan mendapatkan pandangan baru tentang analisa fundamental yang sebenarnya, bukan hanya dengan melihat kalender ekonomi saja atau yang biasa dilihat pada Forex Factory. Selain itu kami juga menyajikan berbagai artikel yang tidak kalah menarik dan pastinya akan selalu menambah wawasan dan pengetahuan anda.

 

News

GDP Inggris Melambat, Sterling Malah Terangkat

mandirifx.com – Perekonomian Inggris melambat dengan drastis dalam tiga bulan awal di tahun 2017 ini. Laporan yang dirilis oleh ONS pada hari Jumat (28/Apr) sore ini menunjukkan bahwa pertumbuhan GDP Inggris hanya mencapai 0.3 persen, lebih rendah daripada ekspektasi 0.4 persen dan GDP kuartal sebelumnya sebanyak 0.7 persen.

Pertumbuhan GDP Inggris dari tahun ke tahun merosot hingga 2.1 persen, lebih rendah juga dari ekspektasi 2.2 persen. Meski demikian, dalam basis tahunan, GDP Inggris kuartal pertama ini lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, yakni di 1.9 persen.

ONS mencatat bahwa ada beberapa penurunan yang cukup penting yang memengaruhi industri-industri yang berfokus pada konsumen, termasuk penjualan ritel dan penginapan (hotel). “Hal ini dikarenakan oleh kenaikan harga daripada kenaikan (aktivitas) belanja masyarakat,” tulis ONS.

ONS Masih Optimistis

Meski demikian, masih ada sinyal-sinyal yang menunjukkan pertumbuhan yang lebih seimbang. Output produksi tumbuh sebanyak 0.3 persen, terdorong oleh kenaikan pertumbuhan manufaktur sebanyak 0.5 persen. Sementara itu, sektor konstruksi berekspansi sebanyak 0.2 persen. Estimasi kedua (second estimate) GDP Inggris akan menunjukkan estimasi pertumbuhan belanja konsumen dan ekspor pada bulan depan.

Poundsterling menanggapi laporan ini dengan kenaikan mendekati level tinggi enam bulan baru terhadap Dolar AS. GBP/USD menyentuh 1.2944 di sesi Eropa sore ini, level tertinggi tersebut sejak bulan Oktober. Meski demikian terhadap Euro, Pound menurun dengan EUR/GBP yang sedikit naik ke angka 0.8456.

 

Sumber Berita :  SF

News

Yen Stabil Meski CPI Inti Jepang Di Bawah Estimasi

mandirifx.com – Dolar AS stabil terhadap Yen di sesi perdagangan Asia, Jumat (28/Apr) pagi ini. USD/JPYdiperdagangkan di kisaran 111.79, sedikit menurun dari posisi sebelumnya di angka 111.390. Sedangkan EUR/JPY juga melandai, dengan diperdagangkan pada angka 120.815.

Pemerintah Jepang tadi pagi melaporkan bahwa data Inflasi Inti (core CPI) meningkat 0.2 persen pada bulan Maret dari satu tahun sebelumnya. Data tersebut adalah data yang memasukkan harga minyak, tetapi tidak memasukkan harga makanan. Dibandingkan dengan estimasi analis di 0.3 persen, Inflasi Inti Jepang masih sedikit lebih rendah. Jika tidak memasukkan harga makanan segar dan harga bahan bakar, CPI Jepang malah jatuh 0.1 persen pada bulan April, dibandingkan dengan satu tahun sebelumnya.

Data inflasi Jepang ini muncul sehari setelah Bank Sentral Jepang (BoJ) mengeluarkan kebijakan moneter kemarin. BoJ tidak mengubah kebijakan moneter longgarnya sehubungan dengan kenaikan inflasi di Jepang yang masih sangat rendah.

Di samping itu, adapula laporan mengenai Produksi Industri Jepang dari Kementerian Ekonomi dan Perdagangan, yang menunjukkan kemerosotan hingga 2.1 persen pada bulan Maret. Angka tersebut meleset jauh dari perkiraan penurunan yang hanya 0.8 persen, setelah perolehan 3.2 persen pada bulan Februari. Dalam basis tahunan, Produksi Industri Jepang melaju 3.3 persen, di bawah ekspektasi 3.9 persen, dan menurun dari 4.7 persen pada bulan sebelumnya.

Data lainnya dari Jepang yang dirilis pada hari ini adalah data Tingkat Pengangguran yang berada pasa level 2.8 persen pada bulan Maret. Angka tersebut, menurut Kementerian Dalam Negeri Jepang yang menerbitkannya, termasuk tidak berubah dari angka pada bulan Februari. Ekspektasi kenaikan Tingkat Pengangguran 2.9 persen pun tidak terbukti.

Jelang Golden Week, Pasar Jepang Sepi

Terlepas dari rentetan data ekonomi Jepang hari ini, pasar keuangan Tokyo akan tutup tiga hari, dari tanggal 3 Mei sehubungan dengan Golden Week di Jepang. “Karena liburan, kami tidak melihat aktivitas profit-taking yang biasa terjadi di Pasar Jepang atau kegiatan penjualan yang biasa terjadi pula saat Dolar menguat. Meski demikian, para investor masih berharap untuk mendapat kesempatan ‘buy-on-the-dollar-dips‘,” kata Kaneo Ogino, Direktur Global-info Co di Tokyo.

 

Sumber Berita :  SF

News

Harga Emas Cenderung Turun, Investor Menanti Rilis GDP AS

mandirifx.com– Setelah berusaha naik karena keraguan pelaku pasar pada kebijakan pajak Donald Trump, harga emas di sesi Asia pada hari Jumat (28/04) ini kembali melemah sejalan dengan kenaikan minat pasar terhadap aset yang lebih berisiko. Harga emas saat ini tengah menuju penurunan mingguan terbesar sejak bulan Maret yakni menurun sebesar 1.6 persen.

Saat berita ini diturunkan, harga emas spot diperdagangkan flat di level harga 1,265 Dolar AS dan harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni di kisaran harga 1,266 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga emas batangan milik PT Antam, Tbk melandai di level harga Rp 589,000.

Harga Emas Lemah Meski Data Ekonomi AS Mengecewakan

Selama sesi perdagangan hari Kamis malam kemarin, harga emas cenderung turun seiring penguatan mata uang Dolar AS. Hal ini terjadi meskipun beberapa rilis data ekonomi AS seperti data Durable Goods Orders dan Jobless Claims mengecewakan pasar.

“Kurangnya respon pasar pada rilis data ekonomi AS disebabkan oleh adanya komentar Presiden ECB, Mario Draghi yang melemahkan Euro,” kata Senior Market Strategist RJO Futures di Chicago. Mata uang Dolar AS merangkak naik setelah Euro menyentuh level rendah karena Draghi mengatakan bahwa dalam rapat ECB, pembuat kebijakan tidak membahas tentang hal-hal sehubungan dengan pelonggaran kebijakan moneter. Selain itu, kenaikan Dolar disebabkan pula oleh investasi bisnis AS yang meningkat selama kuartal pertama.

Ole Hansen, Kepala Analis Divisi Komoditas di Saxo Bank mengatakan bahwa pasar logam mulia emas kini sedang berada di fase koreksi, mengingat beberapa faktor pendorong naik harga si kuning mulai memudar.

“Kita telah melihat reli tajam pada bursa saham dan imbal hasil obligasi AS serta pada pekan ini tidak ada kabar tentang konflik di Korea Utara,” kata Ole Hansen.

Pelaku Pasar Tunggu Data GDP AS

Seperti yang diketahui bahwa para investor biasanya akan menggunakan logam mulia emas sebagai aset perlindungan terhadap adanya ketidakpastian politik. Akan tetapi, ketika bursa saham dan imbal hasil obligasi cenderung naik maka minat investor pada aset ini lebih tinggi daripada aset safe haven seperti logam mulia emas.

Sementara itu, pelaku pasar tengah menunggu rilis data GDP AS yang diperkirakan oleh beberapa analis akan memberikan dampak signifikan pada pergerakan harga emas. Harga logam kuning bisa jadi akan rebound apabila rilis data GDP AS kuartal pertama tahun 2017 ini buruk, karena data GDP yang lemah bisa membuat the Fed lebih dovish dan menurunkan mata uang Dolar AS.

 

Sumber Berita :  SF

Powered by themekiller.com