The Profile

Reza Aswin – The FUNDAMENTAL ANALYST

Majalah inforexnews edisi ke 17 hadir kembali dengan sosok bapak Reza Aswin yang lebih dominan menggunakan analisa fundamental dalam menentukan arah pergerakan market. Didalam wawancara dari inforexnews bersama dengan bapak Reza Aswin anda akan mendapatkan pandangan baru tentang analisa fundamental yang sebenarnya, bukan hanya dengan melihat kalender ekonomi saja atau yang biasa dilihat pada Forex Factory. Selain itu kami juga menyajikan berbagai artikel yang tidak kalah menarik dan pastinya akan selalu menambah wawasan dan pengetahuan anda.

 

News

BoJ Tidak Berniat Untuk Menghentikan Stimulus

Mandirifx.com – Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Haruhiko Kuroda, mengatakan tidak ada alasan untuk menarik stimulus moneter saat ini. Terlebih lagi, inflasi masih jauh dari target dua persen. Dalam pidatonya di event Reuters Newsmaker pada hari Jumat (24/Mar) ini, Kuroda juga menepis anggapan pasar finansial bahwa dalam beberapa sektor di masa depan nanti, BoJ akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan suku bunga jangka panjang di bawah kerangka Yield Curve Control yang sedang dijalankannya saat ini.

“Sementara sejumlah peningkatan terjadi dalam perekonomian dan perkembangan inflasi, tetapi jalan kami untuk mencapai inflasi sesuai target memang masih jauh,” aku Kuroda dalam pidatonya di Reuters Newsmaker event.

Kuroda menambahkan bahwa BoJ tidak akan menaikkan target yield obligasi hanya karena suku bunga jangka panjang negara-negara lain sedang dinaikkan. Dengan demikian, asumsi pasar yang meyakini BoJ akan “ikut-ikutan” menghentikan stimulus pun memudar oleh pernyataan tersebut.

BoJ mempertahankan suku bunga jangka pendeknya di level minus 0.1 dan berjanji untuk mengawal yield obligasi pemerintah 10 tahunan tetap berada di level 0 persen setelah rapat kebijakan tanggl 16 Maret lalu.

Ekonomi Jepang yang cukup lama stagnan, telah menunjukkan sinyal-sinyal kehidupan dalam beberapa bulan terakhir. Output ekspor dan pabrikannya memanfaatkan pemulihan permintaan ekonomi global.
Para analis memperkirakan CPI Jepang akan naik perlahan-lahan namun stabil.

Sumber Berita SF

News

Suplai Minyak AS Bertambah Melemahkan Harga Minyak

Mandirifx.com – Kinerja harga minyak kembali tertekan ke tingkat terendahnya dalam 4 bulan untuk semalam, Rabu (22/3/17). Penurunan pada minyak hingga mencapai tingkat $47 per barel, sebelum pada akhirnya kembali lagi bertahan di tingkat $47.89. Penurunan  ini telah terjadi karena respon dari laporan data EIA yang tunjukkan bahwa suplai minyak mentah AS naik lebih cepat dibandingkan perkiraan, membayangi upaya yang digerakkan oleh OPEC untuk memangkas produksi minyaknya agar minyak dunia tidak over suplai.

EIA telah merilis suplai minyak AS bertaham hampir sebesar 5 juta barel menjadi 533.1 juta barel untuk pekan lalu. Tambahnya suplai tersebut jauh di atas estimasi kenaikan sebanyak 2.8 juta barel. Dari produsen minyak shale AS telah menambahkan jumlah rig minyak miliknya, mendukung produksi minyak mingguan jadi 9.1 juta barel per hari untuk pekan terakhir di tanggal 10 Maret dibandingkan dengan tingkat rata-rata 8.9 juta barel per hari untuk tahun 2016.

Kesepakatan antara OPEC dan negara produsen minyak yang lainnya untuk memangkas produksi minyaknya sebesar 1.8 juta barel per hari untuk semester awal tahun 2017 ini hanya mempunyai dampak terbatas berada di surplus minyak global. Kabarnya OPEC bersama dengan negara produsen yang lainnya akan memperpanjang rencana pemangkasan output tersebut.

Menurut tanggapan Bank Jefferies di AS sebutkan kalau intervensi pasar oleh OPEC masih belum bisa mengurangi suplai minyak global secara signifikan, dan pasar keuangan sudah cukup lama bersabar. Suplai minyak global bakal berkurang jika OPEC bisa melanjutkan upaya pemangkasannya sampai di semester kedua tahun ini, bisa memulih ke tingkat $60 di kuartal ke IV.

Sumber Berita Inforexnew

News

Kekayaan Donald Trump Menurun Semenjak Menjadi Orang Nomor 1 Di AS

Mandirifx.com – Setelah Donald Trump mendapatkan posisi presiden di Amerika Serikat, nilai asetnya malah menurun, menurut Forbes. Forbes menyebutkan bahwa aset Trump menurun sebanyak USD 1 miliar, dimana dari USD 4,5 miliar menjadi USD 3,5 miliar. Dan hasilnya membuat posisi Trump merosot dari nomor 336 pada 2016 menjadi nomor 544.

Kekayaan Trump sendiri yang berasal dari real estate miliknya di Midtown Manhattan memiliki porsi 40% dari kekayaannya. Aset ini juga sudah mencakupi properti terkenal Trump Tower dan delapan gedung lainnya. Ketika Trump menjabat sebagai presiden, Trump tidak melepas kepemilikan aset-asetnya.

Ketika keluarga Trump dimintai tanggapan mengenai turunnya nilai Aset Trump, keluarganya berkomentar positif Bahwa bisnis Hotel masih sangat baik, demikian pula dengan klub Golf, kata anak pertamanya, Eric Trump.

Tak hanya Trump yang mencatatkan penurunan nilai harta. Forbes mencatat ada 78 miliarder yang terpental tahun ini. Gejolak harga minyak dunia dan volatilitas pasar modal menjadi penyebabnya.

Di China, gonjang-ganjing bursa saham membuat 33 miliarder terpental dari daftar Forbes. Salah satunya adalah Hung Yau Lit, yang mengalami penurunan aset dari USD 1,3 miliar pada 2016 menjadi “hanya” USD 745 juta.

Miliarder yang mengalami penurunan aset terbanyak adalah Elizabeth Holmes. Tak tanggung-tanggung, aset Holmes yang mencapai USD 3,6 miliar lenyap sama sekali setelah ia terjerat masalah hukum.

Perusahaannya, laboratorium Theranos, dikenai sanksi oleh pemerintah Amerika karena tidak memberikan layanan dan produk sesuai dengan iklan. Harga saham Theranos pun merosot dan Holmes kehilangan aset.

Powered by themekiller.com